Kamis, 16 Juni 2016

WISATA DAN SEJARAH PAMUKKALE DI TURKI

Tempat wisata di Turki yang satu ini merupakan hasil dari fenomena alam dan banyak menyita mata banyak pengunjung loh. Kalau kamu liat sekilas, Pamukkale ini tampak seperti istana kapas karena semua berwarna putih, padahal Pamukkale tersusun dari batu-batuan yang berwarna putih Traveler yang pernah datang ke Pamukkale mengatakan bahwa saat meginjaknya mereka seperti menginjak salju karena begitu lembut. Di Pamukkale, kamu bisa dengan mudah menemukan kolam-kolam air panas alami yang bisa kamu gunakan buat berendam. Nah salah satu kolam yang paling terkenal adalah kolam renang Hierapolis yang sering dijadikan kolam renang kesehatan.
Sejarah pamukkale turki                                                                    
 Pamukkale, yang berarti "benteng kapas" dalam bahasa Turki, adalah sebuah situs alam di Provinsi Denizli di Turki barat daya. Kota ini berisi air panas dan travertine, mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Ini terletak di wilayah Turki Aegea dalam, di lembahSungai Menderes, yang memiliki iklim sedang untuk sebagian tahun.
Yunani-Romawi kuno dan kota Bizantium dari Hierapolis dibangun di atas "benteng" putih yang secara keseluruhan panjangnya sekitar 2,700 meter (8,860 ft), lebar 600 m (1,970 ft) dan tinggi 160 m (525 ft). Hal ini dapat dilihat dari bukit-bukit di sisi berlawanan dari lembah di kota Denizli, 20 km jauhnya.
Pariwisata dan telah menjadi industri utama. Orang-orang mandi di kolam selama ribuan tahun. Seperti baru-baru ini pertengahan abad ke-20, hotel dibangun di atas reruntuhan Heropolis, menyebabkan kerusakan besar. Pendekatan jalan dibangun dari lembah ke teras, dan sepeda motor diizinkan untuk naik dan turun lereng. Ketika daerah itu dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia, hotel dihancurkan dan jalan dihilangkan dan diganti dengan kolam renang buatan. Mengenakan sepatu di dalam airWisata Muslim Turki - Mungkin sahabat wisata muslim sudah sering mandi di kolam renang atau  mandi di pemandian panas milik pribadi. Sahabat juga mungkin sering mengunjungi tempat pemandian air panas yang ada di Indonesia. Nah, jika sedang berada di Turki, sahabat wisata muslim harus mencoba sebuah tempat wisata dengan fasilitas pemandian air panas yang dijamin bisa membuat ketagihan ini. Pamukkale Springs, pemandian di Turki yang akan membuat seluruh tubuh Anda berkeringat.

Satu lagi pesona Turki yang berhasil mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, Pamukkale. Pamukkale merupakan objek wisata air panas di Turki. Situs alam yang terletak di Denizli, Turki, ini merupakan salah satu keajaiban alam yang luar biasa. Air hangat kaya mineral yang memiliki suhu 35° C ini jatuh dari puncak gunung ke lereng sehingga menciptakan kontur yang eksotis. 

Dalam bahasa Turki, Pamukkale berarti benteng kapas. Sesuai dengan namanya, sumber air panas ini memang tampak seperti tumpukan kapas berwarna putih. Warna putih tersebut berasal dari hidrogen karbonat dan kalsium yang terkandung dalam air panas. Akibat kandungan dalam air panas yang selalu meningkat ini, lama-kelamaan lokasi keluarnya air panas ini membentuk lapisan kapur putih dan menyerupai air terjun beku.


Lokasi Pamukkale
Pamukkale, yang berjarak sekitar 19 kilometer dari utara Denzil, memiliki pemandangan alam yang mata airnya memiliki serat dari bumi. Pamukkale telah dijadikan air Spa sejak Romawi membangun air Spa suci hangat berupa Hierapolis pada saat musim semi. Kolam air Spa tersebut dipenuhi dengan banyak marmer yang diambil dari kuil Apollo, Roma.

Pamukkale merupakan taman nasional air terjun di kawasan Lereng Travertine dengan tebing setinggi 20 meter di sepanjang dataran bukit pegunungan Cokelez. Lembah air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas dataran Curuksu yang meluas 6 kilometer di sekitar desa Karahayit, Pamukalee. Kolam yang berada di lembah tersebut memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan meluasnya ke arah kompleks utara Alasheir, sekitar 70 kilometer persegi dan barat sepanjang lembah sungai Menderes. Aliran sungai ini memberikan saluran air panas ke desa-desa terdekat dan daerah pertanian selama beberapa tahun lamanya. Batuannya yang lama di daerah lereng tersebut menjadi kristal berupa kurasit dan sekis yang terletak di utara taman batu zaman pliosen.

Keindahan Pamukkale


Secara keseluruhan, sumber air panas ini memiliki panjang 2.700 meter, lebar 600 meter, dan tinggi 160 meter. Sumber air panas ini memang cukup besar karena terbentuk dari 17 sumber air panas yang bergabung menjadi satu. Suhu  air di Pamukkale mencapai 35 derajat Celcius sampai 100 derajat Celcius.

Daya tarik Pamukkale yang paling kuat adalah tebing putihnya yang terbentuk dari kandungan air  panas, yang kemudian membeku dan membentuk seperti air terjun beku. Kecantikan inilah yang sukses menjadikan Pamukkale sebagai tempat pemberhentian wajib para backpacker dan traveler.

Pamukkale menjadi pusat perhatian banyak orang setelah adanya cerita perjalanan seorang backpacker ke Turki. Dalam catatan tersebut, sang petualang tinggal sementara di hotel Pamukkale dan berjemur di atas kolam air mineral yang hangat. Pada tahun 1990 pemerintah kota tersebut melakukan pengembangan pada Pamukkale dan sekelilingnya. Pengembangan ini bertujuan memikat para pengunjung Air Spa lebih banyak.

Dengan uang sebesar 25 Lira (12 Euro), kita bisa berendam dan menikmati air panas setelah lelah seharian menempuh perjalanan. Di sana juga terdapat restoran dan toko suvenir, di mana wisatawan bisa menikmati makan siang dan membeli oleh-oleh khas Pamukkale.

Pamukkale, obyek rekreasi dan terapi
Selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk terapi berbagai macam penyakit. Biasanya, pengunjung yang datang memanfaatkan air panas Pamukkale sebagai tempat spa dan terapi. Pengunjung percaya, berendam di kolam air panas mengalir yang kaya akan kandungan mineral bisa mengobati penyakit rematik, penyakit kulit, dan kelelahan saraf. Meski demikian, tak jarang pula yang datang hanya untuk berwisata dan berfoto ria.

Transportasi dan akomodasi di seputar Pamukkale.
Dari Bandara Sabiha Gocken, sahabat wisata muslim bisa naik jasa travel atau bus yang tersedia di bandara menuju Istanbul Atasher. Dari Istanbul Attasher, perjalanan dilanjutkan menuju Denizli Ottogar. Perjalanan yang harus ditempuh cukup jauh, yaitu sekitar 8 jam untuk sampai di Denizli Otoghar dengan menggunakan bis. Dari Denizli menuju Pamukkale, pengunjung bisa menggunakan dolmus, ‘angkotnya’ turki, selama kurang lebih 30 menit.

Di kaki Lereng Travertines pada kota kecil itu terdapat banyak hotel, toko-toko, dan kantor untuk penjualan tiket masuk. Beberapa kilometer ke utara terdapat desa Krahayit yang dikelilingi hotel besar dan dipadati oleh banyak bus. Jika sahabat wisata muslim menggunakan mobil pribadi, terdapat banyak agen porter yang akan menanyakan keperluan kita terkait hotel, restoran, souvenir, dan sebagainya. Jika membutuhkan bantuan, mereka akan membawakan barang bawaan pengunjung dan melayani permintaan dengan meminta sedikit upah atas jasanya.


www.backpackerkorea.blogspot.com

Tidak ada komentar: